Isi dari halaman ini adalah kejadian-kejadian yang benar-benar aku alami, sehingga membuat aku berpikir dan berpandangan. Kejadian-kejadian ini adalah kejadian-kejadian yang menampar hatiku atau kejadian-kejadian yang lucu hasil dari pengalamanku. Jadi baca yach, karena bila ku tulis disini berarti ada maksudnya dan menurutku penting untuk kalian ketahui
Sewaktu mengadakan acara FISE jurnalistik School beberapa teman dari jurusanku juga mengikutinya, acara ini dilakukan setiap hari jumat selama satu bulan. belum selesai semua rangkaian acara ada seorang teman dari jurusan PKn dan Hukum berkata setengah berteriak “SELLY MANA SERTIFIKATKU?AKUKAN SUDAH BAYAR!!!” padahal untuk jumat-jumat depan masih ada rangkaian acara yang lain. aku rasanya kayak disambar geledek disiang bolong. Dia setiap ikut acara itu hanya mengambil snack, duduk sebentar lalu pergi!!Asal tau juga kami menghabiskan dana 1.640.000 untuk acara tersebut. Dan peserta pun tidak wajib membayar. Kalaupun membayar 5000 itu juga tidak cukup untuk mengadakan 1 acara dihari jumat!!!Dan yang paling aku benci adalah dia hanya ingin sertifikat dan bukan ilmunya!!!! padahal aku dan teman-teman mengadakan acara tersebut dengan berkorban banyak hal. Karena tentu saja sangat menyita waktu kami!Apalagi panitianya hanya5 orang. Setelah itu rangkaian acara selanjutnya pun tidak aku urusin lagi. Rasannya semua pengorbanan kami sia-sia, tidak ikut mid , tidak bisa main dan kumpul-kumpul karena itu. Aku pun termenung saat rapat pers, lalu aku bilang ke kadepku, acara selanjutnya g usah diteruskan ya!aku capek!lalu dia bilang ok tanpa tanya. Banyak orang yang kecewa, tapi menurutku ini sudah cukup! sakit hati rasanya!satu hal yang mau aku katakan disini adalah kalau bicara itu dipikir dulu!!ada sebuah buku judunya “kata adalah senjata”. Walaupun isinya g begitu bagus tapi judulnya mewakili apa yang mau aku katakan bahwa kata itu tidak bisa ditarik lagi!kata itu bagai senjata!!ketika kamu tembakkan itu bisa melukai orang lain!dan setelah itu kau tidak akan bisa membalik waktu untuk menghentikan senjata itu. seperti orang jawa bilang “kamu tidak bisa menjilat ludahmu sendiri”.Jadi berhati-hatilah kalau bicara!disini saya tidak mau orang-orang yang merasa, meminta maaf pada saya, karena maaf itu tidak akan membuat saya amnesia…!
What I do………….?
setelah berpikir panjang, aku akhirnya berniat memberikan sertifikat FISE jurnalistik school itu pada cewek itu. Namun tentu saja “ala selly”. Namun kendala yang kuhadapi adalah bagaimana bila perempuan itu aakhirnya menangis didepanku?-?aku tidak akan tega. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan sertifikat tersebut ke pacarnya. Aku memberikannya beserta uang 5000 rupiah. lalu aku berkata, “Tolong berikan ini ke dia dan uang ini adalah uang pendaftarannya. katakan bahwa dia tidak begitu saja pantas menerima sertifikat ini hanya karena uang ini!” sebenarnya dia memang tidak pantas mendapatkan sertifikat itu!tapi aku berikannya untuk sebuah pelajaran bahwa uang itu bukan segalanya!!membuat sertifikat itu sangat mudah, dengan uang seribu juga jadi dalam semalam!tapi dalam sebuah kegiatan itu bukan sertifikat yang terpenting!namun ilmunya. Untuk apa mengadakan acara yang semenyita waktu dan uang seperti itu bila ujungnya hanya ingin membagikan sertifikat?karena yang ingin kami bagikan itu adalah lebih dari itu, lebih mahal dari uang yang kami keluarkan. Dan itu adalah ilmu. Semoga dia mengerti…
he…he…sell lumayan nyindir si cowoknya tuch kalaudia baca…basmi aja dech cowo kaya gitu…
bagus nich halamannya bwt mencurahkanperistiwa2..
sok lahdidukung!!!!